Kamis, 02 November 2017

Ilmu Budaya Dasar "Way Of Life"




TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
ORIENTASI BUDAYA
“WAY OF LIFE”

       Edi Fakhri

  Edo Reva Pradana
31417868
1ID05
Fakultas Teknnologi Industri
Teknik Industri
     Jalan Akses UI,Kelapa Dua,Tugu,Depok,Tugu Cimanggis, Kota Depok,
Jawa Barat 16451
 2017/2018



 
KATA PENGANTAR

            Segala puji bagi TUHAN YME yang telah memberikan rahmat serta hidayahnya kepada kita semua sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini.
Sebelumnya penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Edi Fakhri selaku dosen pembimbing yang telah memberikan tugas ilmu budaya dasar kepada penulis.
Terima kasih  juga kepada teman-teman yang telah banyak membantu baik dengan tenaga maupun pikiran sehingga makalah ini dapat tersusun dengan cepat.
  Dalam makalah ini mungkin banyak terdapat kekurangan di sana sini sehingga membuat makalah ini kurang sempurna, Oleh karena itu kritik dan saran dari Bapak ataupun pihak lain yang membaca ini sangat kami harapkan untuk kesempurnaan makalah penulis ke depannya. Jika terdapat kesalahan penulisan kata maupun makna dalam makalah ini penulis mohon maaf. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.




                                                                                                  Depok, 31 Oktober 2017




                                                                                                                Penulis
                                                                                            Edo Reva Pradana








DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR..........................................................................................2
DAFTAR ISI.........................................................................................................3

BAB I  PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………………………………………………..4
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………….4
1.3 Tujuan Penulisan…………………………………..………………… 4
BAB II  PEMBAHASAN
            2.1 Penjelasan Apa Itu Softskill…………………………………………..5
            2.2 Hakikat/Tujuan Hidup………………………………………………...5
            2.3 Hakikat Karya………………………………………………………....6
            2.4 Orientasi Waktu……………………………………………………….7
            2.5 Pandangan Alam………………………………………………………8
            2.6 Hubungan Manusia Dengan Manusia…………………………………9
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan…………………………………………………………...10
3.2 Saran………………………………………………………………......10





BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang 
      Sebagai seorang mahasiswa yang baik, kita dituntut untuk mengembangkan softskill kita, tidak hanya untuk nilai tugas atau apapun itu yang berkaitan dengan mata kuliah. Tetapi jauh di dalam pemikiran kita softkill itu sangat penting untuk mengasah kemampuan yang ada pada diri kita . didalam dunia kerja tidak hanya hardskill, softkill juga sangat dibutuhkan, jadi saya akan menjelaskan sedikit tentang softkill itu apa.

1.2  Rumusan Masalah 
a.       Penjelasan apa itu softskill
b.      Hakikat atau tujuan hidup kita
c.       Hakikat karya
d.      Orientasi waktu (masa lalu, masa sekarang, masa depan)
e.       Pandangan alam
f.       Hubungan manusia dengan manusia

1.3  Tujuan Penulisan 
a.       Mengetahui tentang penjelasan softskill
b.      Menjelaskan hakikat atau tujuan hidp kita
c.       Menjelaskan apa hakikat karya
d.      Menggambarkan orientasi waktu yang telah dilalu, sedang dilalui dan yag akan dilalui
e.       Menjelaskan pandangan alam menurut kita
f.       Menjelaskan hubungan manusia dengan manusia itu seperti apa









BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Softskill
Soft skill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada di dalam diri setiap manusia. Soft skill adalah kemampuan yang dilakukan dengan cara non teknis, artinya tidak berbentuk atau tidak kelihatan wujudnya.  Namun, softskill ini dapat dikatakan sebagai keterampilan personal dan inter personal.
 Yang dimaksud softskill personal adalah kemampuan yang di manfaatkan untuk kepentingan diri sendiri. Misalnya, dapat mengendalikan emosi dalam diri, dapat menerima nasehat orang lain, mampu memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif. Itu semua dapat di kategorikan sebagai softskill personal. Kemudian yang dimaksud softskill inter personal adalah kemampuan yg dimanfaatkan untuk diri sendiri dan orang lain. Contohnya,kita mampu ber hubungan atau ber interaksi dengan orang lain, bekerja sama dengan kelompok lain, dan lain lain. Nah, softskill juga harus di iringi dengan hardskill, karena kita hidup tidak boleh hanya mempunyai softskill yang berkualitas saja, tapi hardskill kita perlu diperhatikan. Dengan memiliki hardskill yang baik, kita bisa menjadi manusia yang berkualitas. Misalnya, kita di sekolahkan oleh orang tua kita, kita akan memiliki ilmu pengetahuan, nah ilmu tersebut akan kita gunakan dalam kehidupan kita nanti, oleh karena itu, hardskill dan softskill yang seimbang dapat menumbuhkan jiwa/pribadi yang berkualitas.

2.2 Hakikat Atau Tujuan Hidup
          Hakikat hidup kita adalah untuk selalu mendekatkan diri kepada sang pencipta karena memang sudah menjadi kewajiban kita sebagai makhluk hidup untuk selalu menjalankan kewajiban yang telah ditentukan oleh TUHAN Y.M.E. Berbicara soal tujuan hidup, setiap orang punya tujuan hidup yang pasti ingin dicapainya dan setiap orang tidak mungkin sama tujuan hidupnya. Tapi apakah semua orang akan mampu mewujudkan tujuan hidupnya? Jawaban yang paling mungkin adalah tidak semua, karena apa? Rata rata orang mempunyai tujuan hanya sebatas keinginan belaka tanpa adanya usaha untuk mewujudkannya, tapi bagi orang yang benar benar benar mengerti akan tujuan hidup itu apa pasti ia akan sungguh sungguh untuk mengejar tujuan hidupnya. Ok, sekarang tujuan hidup saya itu adalah bagaimana membuat hidup saya ini memiliki arti maksudnya adalah saya hidup bukan hanya untuk diri sendiri tapi saya hidup ingin bias memberikan manfaat untuk orang lain karena ketika kita hidup bias memberika manfaat dan menjadi contoh untuk orang lain itu adalah kebahagiaaan tersendiri untuk saya, kemudian saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya, karena kita hidup itu harus melakukan sebuah improvent terhadap diri kita dari yang awalnya tidak baik menjadi baik dari yang sudah baik berusaha mempertahankan kebaikan yang sudah ada. Kita itu seperti mobil kenapa saya katakan demikian karena setiap detik, menit, jam, hari, tahun kita selalu berusaha melakukan sebuah riset terhadap diri kita sendiri dengan berpikir untuk memunculkan sebuah peruban yang baru, tujuannya yaitu dia untuk menjadi manusia yang lebih baik kedepannya agar menjadi manusia yang bermanfaat dan bias diterima oleh masyarakat luas. Selanjutnya tujuan saya adalah saya ingin menjadi orang yang akan dikenal luas karena hal positif yang telah diberikan kepada dunia ini dengan cara berusaha menciptakan inovasi inovasi baru yang bisa memberikan kemudahan dalam melakukan aktivitas khususnya dibidang transportasi. Saya ingin membuat kedua orang tua bangga terhadap saya atas apa yang mereka berika terhadap saya semua tidak ada yang sia sia, karena kebanggan orang tua adalah ketika mereka bisa melihat anaknya mempunyai kehidupan lebih baik dari mereka.

2.3 Hakikat Karya

            A.    Karya itu untuk nafkah hidup
Seseorang biasanya menciptakan karya untuk mendapatkan royalti atau pendapatan untuk menafkahi hidupnya. Sebagai contoh, seorang pencipta lagu yang menciptakan berbagai lagu untuk penyanyi lain. Dari lagu-lagu yang diciptakan tersebut, sang pencipta lagu mendapatkan royalti dari penyanyi tersebut. Kemudian royalti tersebut digunakan untuk menafkahi hidupnya.
B.  Karya itu untuk kedudukan
Beberapa orang menciptakan suatu karya bukan untuk menjadikannya sebagai orang yang kaya raya ataupun digunakan untuk menafkahi hidupnya melainkan untuk mendapatkan suatu penghargaan, kehormatan atau kedudukan. Sebagai contoh adalah Bill Gates. Ia membuat karya berupa Operating System yang diproduksi perusahaannya yaitu Microsoft. Ia membuat karyanya agar mendapat pernghargaan atau kerhormatan atas karyanya yang mampu memperlancar segala kegiatan IT dan memotivasi orang lain untuk berkarya kreatif seperti dirinya, sehingga ia mampu menjadi presiden Microsoft. Jadi karya yang seperti dianggap sebagai alat untuk mendapat kehormatan atau kedudukan yang lebih tinggi.  
            C.    Karya itu untuk menambah karya
Selain berkarya untuk menafkahi hidup dan mendapatkan kedudukan atau kehormatan yang lebih tinggi, ada juga beberapa orang yang berkarya hanya untuk menambah karya-karya yang sebelumnya telah ada agar bertambah banyak tanpa memikirkan penghasilan ataupun kedudukan. Sebagai contohnya adalah pencipta lagu keroncong Gesang. Ia membuat karyanya bukan untuk mendapatkan uang pada intinya, tapi lebih kepada untuk menambah lagu keroncong Indonesia lain yang sudah jarang ada dan untuk dilestarikannya seni budaya keroncong. DAFTAR PUSTAKA Koentjaraningrat. 1992. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta : Dian Rakyat.

2.4 Orientasi Waktu
PENGERTIAN ORIENTASI DAN DIMENSI
Orientasi adalah posisi seseorang dengan atau terhadap suatu relasi yang menjadi sasaran atau arah kedekatan dan adaptasi terhadap suatu situasi,lingkungan,obyek atau orangdalam study psikologi,orientasi merupakan kesadaran tentang atau terhadap waktu,ruang,obyek,orang atau sebuah periode,proses yang mengantar seseorang untuk melakukan penyesuaian.


      a.      Masa Lalu
Di masa lalu saya telah banyak melalui segala hal yang terjadi baik itu hal yang menyenangkan     atupun hal yang tidak menyenangkan, antara keduanya saya tidak bias menceritakan secara detail karena sebagian dari peristiwa tersebut saya sudah ada yang lupa akan apa aja saja yang pernah terjadi dalam hidup saya. Dulu saya selalu berusaha menghabiskan waktu untuk bersenang senang bersama teman teman dekat saya, karena memang saat di masa kanak kanak itu sebagian waktu kita dihabiskan untuk bermain karena memang pada saat itu kita tidak akan dipusingkan dengan hal hal yang dilakukan orang dewasa dan disitu juga kita mulai mencari teman masa kecil kita yang akan selalu kita ajak untuk bermain atau melakukan hal hal yang menyenangkan menurut kita pada waktu itu.

      b.      Masa Sekarang
Masa sekarang kita perlahan sudah mulai untuk berfikir akan apa saja yang telah kita lakukan apakah itu sesuatu yang bermanfaat atau hanya membuang buang waktu saja, sekarang pun saya sudah mulai memikirkan hal hal yang biasa dipikirkan oleh orang, meniru mengambil sesuatu yang baik untuk diri saya, saya juga sudah mulai mencari jati diri dengan cara berusaha terlihat menarik untuk orang lain terutama pada lawan jenis. Hal itu menurut saya wajar karena masa masa remaja adalah masa dimana kita sudah mulai membangun jati diri kita,masa masa nya kita harus mulai berfikiran dewasa dan meninggalkan semua sifat kekanak kanakan yang memang sudah seharusnya saya tinggalkan tapi bukan berarti sifat itu hilang dalam diri saya, semua sifat itu masing ada hanya saja tidak terlalu sering di tonjolkan boleh sesekali ditonjolkan tergantung situasi yang sedang terjadi. Di masa ini pun saya sudah mulai mengoreksi diri saya dari masa lalu hingga saat ini apa saja yang telah saya perbuat baik  dimasa lalu atau saat ini.  Setalah saya mengoreksi semuanya ada banyak kesalahan yang saya perbuat di masa lalu dan saat ini, saya pun sadar karena kesalahan yang saya perbuat itu malah mempengaruhi saya pada saat ini, penyesalan selalu hadir terkadang dalam hari hari saya atas kesalah yang saya lakukan dimasa lalu dan saat ini, tapi saya hidup bukan menyesal , tapi saya hidup untuk terus bergerak maju menuju arah yang lebih baik dari masa sebelumnya. Memang penyesalan selalu hadir diakhir tapi saya diberikan akal dan pikiran oleh Tuhan untuk selalu berpikir, setalah saya mengetahui alasan Tuhan kenapa memberikan akal dan pikiran kepada saya, saya mulai berpikir untuk berusaha memperbaiki semua kesalahan yang telah saya lakukan mungkin ini adalah sesuatu hal berat karena tidak bias kembali ke masa lalu, akhirnya saya memutuskan untuk perlahan memperbaiki kesalahan yang bisa saya perbaiki dan menjadikannya sebagai pelajaran hidup. Ada hal yang ingin saya capai saat yaitu saya ingin lulus semua mata kuliah dan lulus kuliah tepat pada waktunya. Kenapa disini saya tidak mencamtumkan kalau target saya dapat A semua dan lulus lebih cepat dari standarnya? Karena saya sadar betul akan kemampuan saya yang memang tidak sehebat teman satu kelas saya, tapi bukan berarti saya tidak ada usaha untuk semua itu, saya tetap berusaha tapi saya berusaha sesuai dengan kemampuan yang saya miliki dan yang terakhir saya inginkan adalah dilancarkan dan dimudahkan kuliah saya sampai menjelang sidang skripsi nanti.

      c.       Masa Yang akan Datang
Saya ingin menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari diri saya sebelumnya. Yang saya ingin lakukan pertama kali adalah membalas semua yang telah orang tua berikan kepada saya, karena saya merasa sering membuat susah mereka makanya setalah saya menjadi orang, saya ingin membuat bahagia orang tua saya. Maksudnya telah menjadi orang itu adalah ketika saya sudah berhasil menjadi sosok yang lebih baik dan sukses dari kedua orang tua saya.

2.5 Pandangan Manusia Terhadap Alam
Manusia membangun hubungan timbal balik dengan ekosistemnya. Manusia memperoleh berbagai imajinasi dan cerita tentang ekosistemnya, yang menjadi dasar persepsi mereka terhadap ekosistemnya. Kesemuanya itu memegang peranan dalam membentuk hubungan sistem sosial manusia dengan ekosistemnya. Berbagai imajinasi dan cerita tentang lingkungannya dapat membangun suatu seseorang, berupa persepsi tentang dirinya dan lingkungannya. Setiap orang akan memiliki persepsi dan cerita yang berbeda tentang lingkungannya sehingga membangun suatu masyarakat. bisa disebut sebagai pikiran manusia atau Pandangan orang terhadap makna realitas dan makna kebenaran.
Menurut Soemarwoto dalam Iskandar (2003:11), pandangan manusia terhadap alam lingkungan dibedakan atas dua golongan yakni :

1.      Pandangan imanen (holistik)
Menurut pandangan holistik, manusia dapat memisahkan dirinya dengan system biosifik sekitarnya, seperti hewan, tumbuhan, sungai dan gunung, namun merasa ada hubungan fungsional dengan faktor-faktor biosifik sehingga membentuk satu kesatuan sosio-biosifik.

2.     Pandangan transeden.
Sebaliknya menurut pandangan transeden, kendatipun secara ekologi merupakan bagian dari lingkungannya, manusia merasa terpisah dari dari lingkungannya. Ini terjadi karena lingkungan dianggap sebagai sumber daya yang diciptakan untuk dieksploitasi sebesar-besar kemampuan.

Pada umumnya, pandangan transeden berkembang dimasyarakat barat sedangkan pandangan imenen hidup dan berkembang dimasyarakat timur yang masih “tradisional”.


2.6 Hubungan Manusia Dengan Manusia Lainnya
A. PENGERTIAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA
Hubungan antar manusia merupakan sebuah kemampuan mengenali sifat, tingkah laku, pribadi seseorang. Ruang lingkup hubungan antar manusia dalam arti luas adalah interaksi antar seseorang dengan orang lain dalam suatu kehidupan untuk memperoleh kepuasan hati. Dalam hal ini berusaha mencoba menemukan, mengidentifikasi masalah dan membahasannya untuk mencari pemecahannya. Hubungan antar  manusia yang merupakan pelaksanaan ketrampilan dimana seseorang belajar menghubungkan diri dengan lingkungan sosialnya.

            B.    TUJUAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA
Tujuan hubungan antar manusia adalah agar tercapainya kehidupan harmonis yaitu masing-masing orang saling bekerjasama dengan menyesuaikan diri terhadap satu dengan yang lain dan memanfaatkan pengetahuan tentang factor sosial dan psikologis dalam penyesuaian diri manusia sedemikian rupa sehingga penyesuaian diri ini terjadi dengan selaras dan serasi, dengan ketegangan dan pertentangan yang sedikit. Hal ini disebabkan karena didalam masyarakat, setiap orang mempunyai kepentingan dan harapan yang berbeda-beda atau bersaing satu sama lain. Suksesnya hubungan antar manusia sebagai akibat tidak mengabaikan sopan santun, ramah tamah, hormat menghormati dan menghargai orang lain dan faktor etika. Hubungan antar manusia yang baik akan mengatasi hambatan-hambatan komunikasi, mencegah salah pengertian,dll.



BAB III
PENUTUP




    3.1 Kesimpulan
Soft skill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada di dalam diri setiap manusia. Soft skill adalah kemampuan yang dilakukan dengan cara non teknis, artinya tidak berbentuk atau tidak kelihatan wujudnya.  Namun , softskill ini dapat dikatakan sebagai keterampilan personal dan inter personal.
Yang dimaksud softskill personal adalah kemampuan yang di manfaatkan untuk kepentingan diri sendiri. Misalnya, dapat mengendalikan emosi dalam diri, dapat menerima nasehat orang lain, mampu memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif. Itu semua dapat di kategorikan sebagai softskill personal.

    3.2 Saran
Sebagai seorang mahasiswa kita harus mengerti apa itu softskill. Dan kita sebagai makhluk sosial kita harus bisa memahami tujuan hidup kita, karena manusia tidak bias hidup sendiri maka dari itu kita harus bisa memahami hubungan yang baik dengan manusia lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Membangun Karakter Untuk Berkompetensi Di Era Digital Agar Menjadi Good Digital Citizen Pada masa pra-kemerdekaan, yang dikenal adalah p...