Bahasa Pemrograman dan
Pengaplikasiannya
A.
Pengertian Dari
Bahasa Pemrograman
Bahasa
pemrograman, atau sering diistilahkan .dengan bahasa komputer atau bahasa
pemrograman komputer, adalah instruksi standar untuk memerintah computer.
Bahasa pemrograman itu sendiri merupakan perintah yang dibuat untuk menjalankan
computer dan menjelaskan program apa saja yang ada di computer.
B. Tingkatan Dalam Bahasa Pemrograman
1. Bahasa
Tingkat Tinggi - Bahasa
pemrograman masuk tingkat ini karena bahasa tersebut mendekati bahasa manusia.
Contohnya seperti Bahasa Basic, Visual Basic,
Pascal, Java, dan lainnya.
2. Bahasa
Tingkat Menengah - Disebut
tingkat menengah karena bisa masuk ke dalam bahasa tingkat tinggi maupun
rendah. Contohnya seperti Bahasa C.
3. Bahasa
Tingkat Rendah - Bahasa
pemrograman tingkat ini karena bahasanya masih jauh dari bahasa manusia.
Contohnya bahasa Assembly
C.
Paradigma Bahasa
Pemrograman
Paradigma bahasa
pemrograman merupakan suatu sudut pandang dalam dunia pemrograman dan
menjadi suatu pendekatan khusus dalam memecahkan persoalan dalam menyelesaian
masalah pemrograman. Ada banyak cara untuk menyelesaikan masalah mengikuti
genre tertentu dari program dan bahasa. Empat paradigma pemrograman yang paling
dasar adalah:
1.
Imperative
Programming
Ini didasari oleh konsep mesin Von Newman (stored program concept) sekelompok tempat penyimpanan (memori), yang dibedakan menjadi memori instruksi dan memori data, masing-masing memori tersebut dapat diberi nama dan dinilai, selanjutnya instruksi akan dieksekusi satu persatu secara sekuensial oleh sebuah proses tunggal.
Program dalam paradigma ini berdasarkan pada struktur informasi di dalam memori dan manipulasi dari informasi yang disimpan tersebut. Kata kunci yang digunakan adalah : Algoritma + struktur data = program
Ini didasari oleh konsep mesin Von Newman (stored program concept) sekelompok tempat penyimpanan (memori), yang dibedakan menjadi memori instruksi dan memori data, masing-masing memori tersebut dapat diberi nama dan dinilai, selanjutnya instruksi akan dieksekusi satu persatu secara sekuensial oleh sebuah proses tunggal.
Program dalam paradigma ini berdasarkan pada struktur informasi di dalam memori dan manipulasi dari informasi yang disimpan tersebut. Kata kunci yang digunakan adalah : Algoritma + struktur data = program
2.
Functional Programming
Functional programming disebut-sebut sebagai pemrograman para hipster (yang mainstream saat ini adalah imperative programming dan OOP), karena baru naik beberapa tahun belakangan semenjak banyak startup di Silicon Valley beralih menggunakan bahasa-bahasa pemrograman yang menganut paradigma ini. Sebenarnya functional programming ini bukanlah sesuatu yang baru, karena akar dari functional programming itu adalah Lambda Calculus yang sudah ada dari tahun 1930.
Functional programming disebut-sebut sebagai pemrograman para hipster (yang mainstream saat ini adalah imperative programming dan OOP), karena baru naik beberapa tahun belakangan semenjak banyak startup di Silicon Valley beralih menggunakan bahasa-bahasa pemrograman yang menganut paradigma ini. Sebenarnya functional programming ini bukanlah sesuatu yang baru, karena akar dari functional programming itu adalah Lambda Calculus yang sudah ada dari tahun 1930.
3.
Object Oriented Programming
Konsep OOP bermula pada 1960-an. Sebuah bahasa pemrograman Simula memperkenalkan berbagai konsep yang mendasari OOP dengan SIMULA I (1962-65) dan Simula 67 (1967). Kemudian pada tahun 70-an, bahasa pemrograman Smalltalk menjadi yang pertama kali disebut object-oriented. Mengapa menggunakan OOP?
Programming tipe ini bekerja dengan baik untuk program kecil yang berisi code relative sedikit, tetapi pada saat program menjadi besar, mereka cenderung susah untuk di-manage dan di-debug. Dalam usaha untuk me-manage program, struktur programming diperkenalkan cara untuk mem-break down code-code tersebut melalui functions dan procedures.
Konsep OOP bermula pada 1960-an. Sebuah bahasa pemrograman Simula memperkenalkan berbagai konsep yang mendasari OOP dengan SIMULA I (1962-65) dan Simula 67 (1967). Kemudian pada tahun 70-an, bahasa pemrograman Smalltalk menjadi yang pertama kali disebut object-oriented. Mengapa menggunakan OOP?
Programming tipe ini bekerja dengan baik untuk program kecil yang berisi code relative sedikit, tetapi pada saat program menjadi besar, mereka cenderung susah untuk di-manage dan di-debug. Dalam usaha untuk me-manage program, struktur programming diperkenalkan cara untuk mem-break down code-code tersebut melalui functions dan procedures.
4.
Logic Programming
Pemrograman Logika dalam arti pertama dan lebih luas menimbulkan beberapa implementasi, seperti yang oleh Fischer Black (1964), James Slagle (1965) dan Cordell Green (1969), yang pertanyaan-menjawab sistem dalam semangat nasihat McCarthy -taker. Foster dan Absys Elcock’s (1969), di sisi lain, mungkin bahasa pertama yang secara eksplisit dikembangkan sebagai bahasa pemrograman assertional. Namun, logika pemrograman, dalam arti sempit yang lebih umum dipahami, adalah penggunaan logika baik sebagai bahasa representasi deklaratif dan prosedural. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa penalaran mundur teorema-prover diterapkan pada kalimat deklaratif dalam bentuk implikasi. Contoh bahasa pemrograman kelompok ini adalah Prolog (Programming in Logic)
Pemrograman Logika dalam arti pertama dan lebih luas menimbulkan beberapa implementasi, seperti yang oleh Fischer Black (1964), James Slagle (1965) dan Cordell Green (1969), yang pertanyaan-menjawab sistem dalam semangat nasihat McCarthy -taker. Foster dan Absys Elcock’s (1969), di sisi lain, mungkin bahasa pertama yang secara eksplisit dikembangkan sebagai bahasa pemrograman assertional. Namun, logika pemrograman, dalam arti sempit yang lebih umum dipahami, adalah penggunaan logika baik sebagai bahasa representasi deklaratif dan prosedural. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa penalaran mundur teorema-prover diterapkan pada kalimat deklaratif dalam bentuk implikasi. Contoh bahasa pemrograman kelompok ini adalah Prolog (Programming in Logic)
D.
Penerapan
Bahasa Pemrograman Dalam Aplikasi Contohnya “Java”
Pada
awalnya, bahasa pemrograman Java bermula dari Green Project di tahun 1991 yang
dimotori oleh Patrick Naughton, Mike Sheridan, James Gosling dan Bill Josy,
serta 9 programmer lainnya dari Sun Microsystems. Pada versi ini masih
menggunakan nama versi “Oak” belum “Java” yang ditujukan untuk pengendali dengan
teknologi layar sentuh seperti PDA. Nama Oak sendiri diambil dari nama pohon
yang tumbuh di depan jendela ruangan kerja James Gosling. Dalam perkembangannya
aplikasi ini dirilis dengan nama Java dan pada tahun 1995, nama “Java” diambil
dari asal kopi kesukaan James Gosling.
1.
Penerapan pada Android
Siapa
yang tak kenal dengan system android, ya..Sistem Android jaman sekarang sudah
menggunakan Java didalamnya, dimana lapisan di atas kernel adalah Android
runtime, termasuk mesin virtual Dalvik (Dalvik VM) dan Java Library. Dalvik VM
adalah implementasi Java dari Google, dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Semua kode yang Anda tulis untuk Android akan ditulis di Java dan dijalankan
dalam Virtual Machine. Dalvik berbeda dari Java tradisional dalam dua hal
penting:
•
Dalvik VM menjalankan .dex file, yang dijabarkan pada waktu
kompilasi dari standar file .class dan .jar.
File .dex adalah lebih kompak dan efisien daripada file .class, suatu
pertimbangan penting untuk memori terbatas dan perangkat bertenaga baterai yang
berbasis Android.
•
Pustaka Java core yang datang dengan Android berbeda dari pustaka Java Standard
Edition (Java SE) dan Java Mobile Edition (Java ME).
2.
Salah satu penerapan Java
-
Games
Penerapan
Java pada games sekarang sudah begitu luas, terutama pada smartphone dan
android. Game java dapat diunduh dimana saja dan sebagian telah mendukung
grafis 3D. Dengan dukungan J2ME pada smartphone memungkinkan game berbasis java
dan mesin virtual Dalvik pada Android. Dengan perkembangan penerapan java
sekarang ini java sudah menjadi salah satu bahasa pemrograman yang sangat
berpengaruh dalam kehidupan IT di dunia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar